Pengasuhan Ramah Anak

Pengasuhan adalah sebuah proses mengasuh, merawat, membimbing, memenuhi, dan melindungi anak baik secara !sik, sosial, intelektual, dan beragam aspek perkembangan lainnya. Seberapa besarkah sense of giving para pelaku pengasuhan adalah menjadi kunci utama yang akan menjadikan kualitas proses pengasuhan yang akan diterima oleh anak.

Pada praktiknya pengasuhan mengalami penyempitan makna. Pengasuhan sering dimaknai sekadar merawat, namun minim perlindungan. Banyak substansi perlindungan yang sering luput dari para pasangan dalam mengasuh anak. Misalnya, melindungi anak dari tontotan bermuatan kekerasan, game ber muatan kekerasan, sinetron yang tidak sesuai dengan fase perkembangannya, melindungi dari paparan rokok, dan lain-lain.

Pada saat yang sama banyak pasangan tidak menyadari apa yang dilakukan ternyata dapat dikategorikan sebagai kekerasan terhadap anak. Seperti perlakuan mencubit, membentak, membeda-bedakan, membandingkan, menjuluki, meneriaki, mengancam, menyoraki, menolak, mendiamkan, memandang sinis, memandang penuh ancaman, mengucilkan, memandang yang merendahkan, memelototi, dan mencibir.

AKAR KEKERASAN

Jika ditelusuri, pemicu orangtua melakukan tindakan kekerasan terhadap anak memiliki beragam sebab. Diantaranya: Pertama, faktor warisan sebelumnya. Bahkan tidak sedikit dari orangtua yang melaksanakan tindak kekerasan kepada anak yang diakibatkan oleh tradisi dari orangtua sebelumnya. Akibatnya anak ketika dewasa menikah juga melakukan hal yang sama dalam relasi pengasuhan dengan anak.

Dari pilihan kata, cara mencegah/ melarang, mendisiplinkan, cara pemberian sanksi kepada anak hingga kiat mendidik anak agar taat ibadah sering meniru pola asuh orangtua sebelumnya. Dengan demikian, perilaku kekerasan yang dilakukan merupakan produk warisan dari generasi ke generasi. Studi yang dilakukan oleh Indonesia Research Foundation tahun 2013 melaporkan bahwa 35% pasangan muda melakukan kekerasan terhadap anak karena telah dianggap hal biasa di keluarganya.

Kedua, faktor ketidaktahuan bahwa apa yang dilakukan berdampak negatif. Keluarga merupakan fondasi awal tumbuh kembang anak. Pola interaksi, sikap dan perilaku ibu, ayah, kakak, kakek nenek bahkan pengasuh turut memengaruhi perkembangan anak. Meski posisi keluarga sangat vital, tidak semua keluarga Indonesia mengetahui bahwa pola asuh yang sudah lazim dilakukan sehari-hari ternyata menghambat tumbuh kembang anak.

Untuk anak yang ingin mahir dalam berbahasa asing sebaiknya berikan ia pembelajaran di kursus bahasa Perancis di Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *