Pengasuhan Ramah Anak Bagian 3

Maraknya kekerasan anak dewasa ini, menjadikan posisi pengasuhan memiliki peranan vital. Namun bagaimana pola pengasuhan yang ideal untuk kepentingan terbaik bagi anak?

Berikut tip yang perlu dikembangkan:

1. Bangun persepsi dalam keluarga bahwa anak bukan “miniatur manusia” tetapi “manusia seutuhnya” yang sedang mengalami proses tumbuh kembang. Adanya sebagian persepsi bahwa anak sebagai aset keluarga masa depan, anak sebagai pewaris keluarga sering menimbulkan sikap dan perilaku yang salah terhadap anak dan memosisikan anak bukan sebagai subjek. Pemaksaan kehendak orangtua dalam segala hal, minimnya pelibatan anak dalam menyolusi atas masalah/perbedaan pandangan dalam keluarga, minimnya pelibatan anak dalam pengambilan keputusan merupakan sebagian dampak dari pandangan yang salah terhadap anak.

2. Pastikan orangtua memberikan jaminan pemenuhan hak dasar anak, seperti; mendapatkan nama dan identitas, hak mendapatkan sekolah yang ramah anak, kesehatan yang komprehensif, pangan yang sehat dan bermutu, lingkungan rumah yang sehat, hak sosial dan beragama, bermain dan memanfaatkan waktu luang serta hak mendapatkan perlindungan khusus.

3. Pastikan lingkungan keluarga nyaman dan aman untuk semua anak tanpa potensi apalagi bermuatan kekerasan dan diskriminasi. Setiap anak memiliki keunikan dan kecenderungan yang berbeda. Namun terkadang orangtua sering menerapkan pola dan pendekatan yang sama dalam layanan hak dasarnya serta pola pengasuhan antara anak yang satu dengan yang lainnya. Adanya diferensiasi pada anak, tentu perlu didekati dengan pola yang berbeda pula. Pola individual yang selalu melihat sisi-sisi keunikan, kebutuhan, kecenderungan dan bakat minat masingmasing merupakan kelaziman yang dapat mengantarkan anak merasa nyaman dalam keluarga dan tumbuh kembang dengan baik.

4. Pastikan anak dapat menyampaikan pandangan dan pendapatnya. Akomodatif terhadap perasaan, ide, usulan atau kritik bahkan curhat dari anak seyogianya menjadi hal biasa dalam pola relasi sehari-hari. Namun tidak semua orangtua merasa nyaman dengan kondisi seperti itu. Padahal, dengan mendengarkan pandangan anak, sangat membantu orangtua memahami apa kata hati anak dan visi hidupnya akan terbaca saat pernak-pernik komunikasi keseharian. Semakin orangtua open minded, anak akan semakin nyaman.

Simak informasi lengkap mengenai tempat kursus persiapan IELTS Jakarta terbaik agar lancar dalam menyelesaikan soal tes dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *