Mebel Jepara Terbaik di Dunia, Benarkah?

Mebel jepara atau furniture jepara terkenal di seluruh pelosok dunia sebagai mebel berkualitas terbaik tentu anda juag mengetahui hal itu bukan? Nahh pertanyaannya benarkah demikian? Padahal mebel sendiri ada bukan hanya di jepara saja. Di beberapa kota di Indonesia juga banyak yang membuat atau memproduksi barang barang mebel dan di luar Indonesia pun saya yakin ada juga produsen mebel. Tapi, mengapa mebel jepara begitu tersohor dan bahkan dijuluki sebagai mebel dengan kualitas terbaik sedunia? Untuk menjawab rasa penasaran anda, berikut kami berikan penjelasannya.

Mebel jepara dikenal sebagai mebel terbaik kualitas dunia sebab banyak warga Kota Jepara memproduksi mebel dari bahan bahan yang bermutu tinggi. Bahan bahan berkualitas tinggi tidak bisa serta merta didapat. Proses memilih dan memilah berbagai macam bahan yang akan digunakan sangatlah ketat. Selain itu, di Kota Jepara juga banyak berdiri pabrik pabrik mebel untuk kebutuhan furniture di dalam dan luar negri.

Banyak juga para investor atau pengusaha asing mendirikan pabriknya di Jepara karena tahu para pengrajin di sini adalah orang orang yang begitu cermat dan teliti dalam proses pembuatan bahkan hingga proses akhir atau finishing. Pengecakan kualitas dilakukan tahap demi tahap pembuatan dengan sangat teliti oleh tanaga ahli.

Jepara yang lebih dulu dikenal sebagai Kota Ukir banyak memproduksi furniture furniture mewah dengan motif ukirannya yang begitu khas. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri untuk berbagai macam barang mebel jepara yang memiliki model mewah. Produk furniture mewah jepara banyak dibuat karena permintaan pasar luar khususnya daerah Eropa yang suka sekali dengan model gaya mewah klasik.

Pengasuhan Ramah Anak Bagian 4

5. Pastikan ada waktu membangun kehangatan dengan anak. Banyak cara yang bisa ditempuh untuk menumbuhkan kehangatan dengan anak. Misalnya, bermain bersama, rekreasi atau hal sederhana dengan cara mengalokasikan waktu makan bersama anak. Penelitian yang diterbitkan di Journal of Family Psychology menunjukkan, rutin makan bersama keluarga bisa membuat anak berperilaku baik dan lebih berkonsentrasi di sekolah. Menurut peneliti dari University of Oklahoma dan Oklahoma State University di Oklahoma, Amerika Serikat, anak yang rutin makan bersama keluarga memiliki kemampuan sosial lebih baik, lebih berkonsentrasi dan jarang bermasalah di sekolah.

6. Pastikan anak didampingi saat menonton televisi atau dipilihkan acara yang ramah anak. Bukan rahasia lagi, televisi satu sisi berifat informatif, edukatif dan menghibur, namun di sisi lain masih banyak menyisakan masalah. Seiring dengan cepatnya perkembangan teknologi informatika dan bisnis, sekarang ini masih banyak sekali penayangan dan anime yang dapat membahayakan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Menurut pantauan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) selama Agustus 2014, dari 355 pelanggaran ada 168 tayangan bermuatan kekerasan atau persentasenya mencapai 47,32 %. Hal ini menunjukkan bahwa tayangan dengan adegan kekerasan masih diminati oleh insan media untuk menampilkan dalam isi siarannya. Mengingat kondisi layar Televisi demikian adanya, orangtua dan seluruh anggota keluarga perlu mendampingi anak untuk memastikan acara yang tepat ditonton oleh anak. Sekaligus memberikan literasi agar anak memiliki daya !lter memilih acara yang ramah untuk tumbuh kembang mereka.

7. Pastikan anak memilih game yang edukatif. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat 95% pusat perbelanjaan atau mal di Indonesia menampilkan permainan anak yang tidak mendidik sehingga mengancam perilaku dan psikologi anak. Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, merupakan kota terbanyak menampilkan permainan tersebut. Permainan yang kurang mendidik tersebut diantaranya; permainan yang bermuatan kekerasan, muatan perjudian, hingga masuk dalam kategori konten pornogra!.

Diakui bahwa untuk mewujudkan pengasuhan ramah anak dengan berpijak pada 7 (tujuh) pilar tersebut membutuhkan proses. Usaha dan komitmen yang besar melakukan langkah positif dalam pengasuhan anak merupakah langkah fundamental untuk membangun generasi berkualitas. Semoga kita menjadi bagian dari orang yang selalu melakukan yang terbaik untuk anak Indonesia.

Pengasuhan Ramah Anak Bagian 3

Maraknya kekerasan anak dewasa ini, menjadikan posisi pengasuhan memiliki peranan vital. Namun bagaimana pola pengasuhan yang ideal untuk kepentingan terbaik bagi anak?

Berikut tip yang perlu dikembangkan:

1. Bangun persepsi dalam keluarga bahwa anak bukan “miniatur manusia” tetapi “manusia seutuhnya” yang sedang mengalami proses tumbuh kembang. Adanya sebagian persepsi bahwa anak sebagai aset keluarga masa depan, anak sebagai pewaris keluarga sering menimbulkan sikap dan perilaku yang salah terhadap anak dan memosisikan anak bukan sebagai subjek. Pemaksaan kehendak orangtua dalam segala hal, minimnya pelibatan anak dalam menyolusi atas masalah/perbedaan pandangan dalam keluarga, minimnya pelibatan anak dalam pengambilan keputusan merupakan sebagian dampak dari pandangan yang salah terhadap anak.

2. Pastikan orangtua memberikan jaminan pemenuhan hak dasar anak, seperti; mendapatkan nama dan identitas, hak mendapatkan sekolah yang ramah anak, kesehatan yang komprehensif, pangan yang sehat dan bermutu, lingkungan rumah yang sehat, hak sosial dan beragama, bermain dan memanfaatkan waktu luang serta hak mendapatkan perlindungan khusus.

3. Pastikan lingkungan keluarga nyaman dan aman untuk semua anak tanpa potensi apalagi bermuatan kekerasan dan diskriminasi. Setiap anak memiliki keunikan dan kecenderungan yang berbeda. Namun terkadang orangtua sering menerapkan pola dan pendekatan yang sama dalam layanan hak dasarnya serta pola pengasuhan antara anak yang satu dengan yang lainnya. Adanya diferensiasi pada anak, tentu perlu didekati dengan pola yang berbeda pula. Pola individual yang selalu melihat sisi-sisi keunikan, kebutuhan, kecenderungan dan bakat minat masingmasing merupakan kelaziman yang dapat mengantarkan anak merasa nyaman dalam keluarga dan tumbuh kembang dengan baik.

4. Pastikan anak dapat menyampaikan pandangan dan pendapatnya. Akomodatif terhadap perasaan, ide, usulan atau kritik bahkan curhat dari anak seyogianya menjadi hal biasa dalam pola relasi sehari-hari. Namun tidak semua orangtua merasa nyaman dengan kondisi seperti itu. Padahal, dengan mendengarkan pandangan anak, sangat membantu orangtua memahami apa kata hati anak dan visi hidupnya akan terbaca saat pernak-pernik komunikasi keseharian. Semakin orangtua open minded, anak akan semakin nyaman.

Simak informasi lengkap mengenai tempat kursus persiapan IELTS Jakarta terbaik agar lancar dalam menyelesaikan soal tes dengan baik.

Pengasuhan Ramah Anak Bagian 2

Survei Komisi perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tahun 2012, dari 1.026 anak yang disurvei, 38% anak mengaku sering mengalami kekerasan oleh ibunya, 35% oleh ayah, sisanya oleh saudaranya. Setelah dikon!rmasi, mayoritas orangtua mengaku tidak mengetahui bahwa yang dilakukan tergolong kekerasan, pelanggaran hukum, dan berdampak negatif bagi perkembangan anak. Ketiga, dampak dari kon!ik keluarga. Perbedaan cara pandang dalam keluarga tak jarang memicu persoalan, hingga berdampak negatif pada anak.

Posisi anak yang tidak mengetahui duduk masalahnya justru menjadi objek ekspresi kekesalan dengan pasangan. Kondisi ini menunjukkan betapa anak merupakan makhluk yang rentan menjadi korban kekerasan, meski oleh orang terdekat sekalipun. Padahal hakikat orangtua merupakan pelindung utama bagi anak namun yang terjadi tanpa disadari telah menjadi pelaku kekerasan. Keempat, disfungsi keluarga. Orangtua memiliki peranan vital bagi tumbuh kembang anak.

Namun faktanya tak sedikit orangtua yang hanya menjalankan sebagian fungsi sehingga mengabaikan fungsi vital lainnya. Posisi ibu dan ayah yang seyogianya menjadi pelindung, pemenuh dan !gur yang ramah bagi anak, justru sering tidak menjalankan fungsinya dengan baik. Delegasi tugas kepada pengasuh dan pembantu terlalu besar tanpa kontrol berarti dari pasangan ayah ibu. Orangtua sering mudah menyalahkan anak dan berujung kekerasan, sebagai akibat dari minimnya memahami keunikan yang ada pada diri anak.

Keaktifan anak dianggap masalah, pertanyaan yang muncul dari anak dianggap tak sopan, bahkan pandangan anak yang berbeda dengan mainstream terhadap suatu masalah diposisikan sebagai seharusnya. Kondisi ini biasanya akibat dari kecenderungan orangtua hanya berfokus pada layanan material, namun hubungan psiko-sosial antara ayah ibu dengan anak tergerus oleh kesibukan rutin yang tak berujung, tanpa menyisakan waktu bercengkerama, berbagi rasa, berdialog dan liburan bersama anak-anak tersayang.

Kelima, faktor ekonomi. Ada relasi antara tingkat ekonomi dengan perilaku kekerasan terhadap anak. Gelles (Olson & DeFrain, 2003) berpendapat bahwa keluarga yang memiliki pendapatan rendah berpotensi terjadi kekerasan dalam keluarganya. Kemiskinan merupakan stresor kuat memungkinkan terjadinya kekerasan. Faktor kemiskinan, tekanan hidup yang semakin meningkat, dan ketidakberdayaan dalam mengatasi masalah ekonomi menyebabkan orangtua mudah meluapkan emosi pada anak.

Pengasuhan Ramah Anak

Pengasuhan adalah sebuah proses mengasuh, merawat, membimbing, memenuhi, dan melindungi anak baik secara !sik, sosial, intelektual, dan beragam aspek perkembangan lainnya. Seberapa besarkah sense of giving para pelaku pengasuhan adalah menjadi kunci utama yang akan menjadikan kualitas proses pengasuhan yang akan diterima oleh anak.

Pada praktiknya pengasuhan mengalami penyempitan makna. Pengasuhan sering dimaknai sekadar merawat, namun minim perlindungan. Banyak substansi perlindungan yang sering luput dari para pasangan dalam mengasuh anak. Misalnya, melindungi anak dari tontotan bermuatan kekerasan, game ber muatan kekerasan, sinetron yang tidak sesuai dengan fase perkembangannya, melindungi dari paparan rokok, dan lain-lain.

Pada saat yang sama banyak pasangan tidak menyadari apa yang dilakukan ternyata dapat dikategorikan sebagai kekerasan terhadap anak. Seperti perlakuan mencubit, membentak, membeda-bedakan, membandingkan, menjuluki, meneriaki, mengancam, menyoraki, menolak, mendiamkan, memandang sinis, memandang penuh ancaman, mengucilkan, memandang yang merendahkan, memelototi, dan mencibir.

AKAR KEKERASAN

Jika ditelusuri, pemicu orangtua melakukan tindakan kekerasan terhadap anak memiliki beragam sebab. Diantaranya: Pertama, faktor warisan sebelumnya. Bahkan tidak sedikit dari orangtua yang melaksanakan tindak kekerasan kepada anak yang diakibatkan oleh tradisi dari orangtua sebelumnya. Akibatnya anak ketika dewasa menikah juga melakukan hal yang sama dalam relasi pengasuhan dengan anak.

Dari pilihan kata, cara mencegah/ melarang, mendisiplinkan, cara pemberian sanksi kepada anak hingga kiat mendidik anak agar taat ibadah sering meniru pola asuh orangtua sebelumnya. Dengan demikian, perilaku kekerasan yang dilakukan merupakan produk warisan dari generasi ke generasi. Studi yang dilakukan oleh Indonesia Research Foundation tahun 2013 melaporkan bahwa 35% pasangan muda melakukan kekerasan terhadap anak karena telah dianggap hal biasa di keluarganya.

Kedua, faktor ketidaktahuan bahwa apa yang dilakukan berdampak negatif. Keluarga merupakan fondasi awal tumbuh kembang anak. Pola interaksi, sikap dan perilaku ibu, ayah, kakak, kakek nenek bahkan pengasuh turut memengaruhi perkembangan anak. Meski posisi keluarga sangat vital, tidak semua keluarga Indonesia mengetahui bahwa pola asuh yang sudah lazim dilakukan sehari-hari ternyata menghambat tumbuh kembang anak.

Untuk anak yang ingin mahir dalam berbahasa asing sebaiknya berikan ia pembelajaran di kursus bahasa Perancis di Jakarta.

Menu yang Cocok di Sajikan Saat Imlek

Meski sudah memasuki bulan Januari di tahun yang baru, masa pesta kita belum berakhir. Di penghujung bulan ini ada perayaan Imlek. Bisa jadi Anda merayakannya, bisa jadi cuma hadir di silturahmi sahabat dan kerabat yang merayakan. Tak soal. Tahun Baru mereka unik dan sangat layak dijadikan pengalaman santap yang luar biasa. Sajian Imlek sangat sarat perlambang. Meski orang Cina sangat senang makan enak, mereka tidak pernah melupakan kandungan makanan dan makna di balik bahan makanan. Makanan yang tersaji, selalu ada unsur yin dan yang yang sebenarnya terkait dengan kandungan nutrisi agar tidak hanya golongan panas yang masuk ke tubuh, tetapi juga dingin sehingga di dalam tubuh seimbang., Nah, dalam sajian Imlek, makna makanan menjadi sangat penting karena ada sejuta harapan yang tersirat di tahun yang baru nanti. Kemakmuran, kesehatan, kelekatan keluarga, dan panjang umur merupakan harapan yang paling diharapkan di samping keberlanjutan keturunan. Semua itu diwujudkan dalam sajian masakan, kue, dan buah-buahan, Saya tidak tahu adakah makna di balik sajian bebek.

Tetapi saya senang mengirimkan bebek untuk teman dan sahabat yang merayakan Imlek. Kalau tak ada maknanya, tentu kebetulan. Mereka tak punya sajian bebek dan menjadi lebih lengkap dengan kiriman saya. Mengapa bebek? Tak banyak orang mau mengolah bebek jika sedang sibuk, bukan? Sehingga kiriman saya pasti sangat berarti. Tak masalah juga kalau saya mengirimkan olahan bebek setiap tahun pada orang yang sama. Karena saya bisa membuatnya jadi berbagai masakan yang berbeda dan beragam. Dipanggang, digoreng, ditumis. Belum lagi bumbunya. Puji Tuhan, orang yang saya kirimkan selalu suka bebek. Teknik panggang, goreng, dan tumis, jadi pilihan. Dan semuanya disukai. Bumbunya bisa bervariasi. Tradisional, oriental, bahkan western. Seperti ayam, bebek pun mudah diutak-atik, dan mudah menyesuaikan diri dengan bumbu apa saja. Yang penting teman sajinya. Kalau kita membuat bumbu tradisional, jangan lupa sambal terasi dan lalapannya. Bila membuat yang western, sediakan kentang goreng dan salad sayuran dengan dressing cuka yang segar. Bila oriental, saus oriental plus irisan ketimun sudah pas. Bebek yang saya kirimkan biasanya langsung di gelar di meja makan mereka. Kalau melihat tamu yang hadir, bolak-balik mengambil potongan bebek buatan saya, saya merasa bangga. Saya pasti mengucap syukur karena bisa memasak. Dari situ keakraban tercipta. Dari situ cinta kasih menguak. Tak sedikit orang yang hadir selalu memuji. Bangga sekali, bukan? Betulkah enak hidangan yang saya buat? Belum Tentu. Tetapi saya selalu menambahkan sesendok cinta ke dalamnya. Dan itu hanya bisa pada masakan yang kita buat sendiri.

Chef ternama sekalipun tidak punya resep sesendok cinta. Ayo, masak, Bu. Tak sulit sebetulnya, asalkan kita mau mengerahkan kreativitas, waktu, tenaga, dan tentu cinta kasih. Sesendok cinta di dalam hidangan apa pun, pasti membawa kesedapan di dalam hidangan. Nah, Pembaca, mumpung kita baru saja menginjak tahun yang baru, mampirlah ke dapur secara rutin setiap hari. Rasakan kenikmatan mencipta hidangan yang berbeda bagi orang-orang yang kita cintai. Sesendok cinta yang Anda berikan ketika memasak, akan berbalik kepada kita dari suami dan anak-anak seumur hidup kita. Salam.