Categories
Teknologi

Hong Kong Bertekad Lolos Grup A

BEKASI – Tim nasional Hong Kong memetik kemenangan perdana setelah mengalahkan Laos 3-1 dalam laga babak penyisihan Grup A cabang sepak bola putra Asian Games 2018 di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Jawa Barat, kemarin. Pelatih timnas Hong Kong, Kwok Kar Lok Kenneth, mengatakan menang dalam laga perdana cukup berarti untuk menghadapi laga berikutnya. Ia menargetkan, di turnamen ini, skuadnya bisa lolos ke babak selanjutnya meskipun harus berhadapan dengan tuan rumah timnas Indonesia. “Lawan Indonesia di pertandingan terakhir, kami harus terus menang di dua pertandingan lagi,” ujar dia seusai pertandingan.

Kenneth mengatakan kemenangan ini berkat kerja keras anak asuhnya. Dengan raihan tiga angka dalam laga perdana, menurut dia, setidaknya mental pemain meningkat dalam menghadapi laga selanjutnya. Sebab, dia menyebutkan, Grup A berbeda dengan grup lain, yakni pesertanya ada lima tim. “Kami akan berusaha maksimal agar lolos ke babak selanjutnya,” ujarnya. Tampil sebagai tim yang diunggulkan atas Laos, Hong Kong bermain cukup dominan sejak babak pertama dimulai. Nyaris sepanjang laga, tim asuhan dari Kwok Kar Lok Kenneth ini menguasai jalannya pertandingan. Sedangkan Laos hanya mengandalkan serangan balik.

Gol kemenangan Hong Kong dicetak oleh Cheng Chin Lung pada menit ke- 20, Than Chun Lok pada menit ke-40, dan satu lagi akibat gol bunuh diri dari pemain Laos, Lounlasy Tathasy, pada menit ke-85. Adapun gol balasan Laos dicetak oleh Kongmathilath Phitack pada menit ke-61. Pelatih timnas Laos, Mike Wong, mengatakan Hong Kong tampil cukup baik sehingga anak asuhnya cukup kewalahan menghadapi serangan-serangan Lau Hok Ming dan kawankawan. “Kebetulan pemain kami masih muda-muda,” kata Mike Wong seusai pertandingan. Selain itu, menurut Mike, dari faktor postur tubuh, anak asuhnya lebih kecil ketimbang pemain dari Hong Kong. Meski demikian, ia akan mengevaluasi untuk pertandingan berikutnya menghadapi Palestina, yang skill pemain-pemainnya tak jauh beda dengan pemain Hong Kong.

“Kami akan berupaya maksimal di turnamen ini,” ujar Mike. Sementara itu, Hong Kong membuka keunggulan pada menit ke-20 lewat gol Cheng Chin Lung. Pemain bernomor punggung 7 ini memanfaatkan bola hasil kemelut. Sepakan voli tak bisa ditangkap oleh penjaga gawang Laos, Paseuth Saymanolynh. Papan skor berubah menjadi 1-0 untuk timnas Hong Kong. Lima menit sebelum jeda turun minum, Hong Kong berhasil menggandakan keunggulannya lewat aksi Than Chun Lok. Aksi individu pemain bernomor punggung 6 ini berhasil mengelabui sejumlah pemain belakang Laos. Bola sepakan kerasnya tak bisa diantisipasi oleh penjaga gawang. Skor berubah menjadi 2-0

Categories
Teknologi

Dari TV Sampai HDTV Bagian 2

Perancis sendiri memulai sistem pertama pada tahun 1949 yang saat ini dikenal standar modern sebagai HD, yaitu sistem 819 Line dengan resolusi hampir sama dengan resolusi 720i aktual. Selama diuji, penemunya René Barthélemy bahkan meningkatkan resolusinya menjadi 1.042 Line, hampir sama dengan Full HD. Sampai tahun 50-an, belum ada perangkat yang lossless menampilkan gambar HD. Sistem 819 Lines masih dipakai sampai tahun 1983.

AS memulai program HD pertama pada tahun 1953, tampil dalam format warna. Mendukung 525 Lines, diantaranya 480 Lines visible. Sistem NTSC yang diperkenalkan pada tahun 1941 ini masih belum beresolusi tinggi dibandingkan saat ini. Pada tahun 1963 Telefunken mengembangkan sistem warna PAL. Sistem ini berperan bukan karena warnanya melainkan karena telah menggunakan standar 626 Lines. Tayangan pertama dimulai pada tahun 1967 di Jerman. HDTV pertama dalam format widescreen dan warna dikembangkan oleh stasiun TV NHK Jepang pada tahun 1979.

Sistem analog 1.125 Lines tersebut masih memerlukan waktu satu dekade, sampai akhirnya dioperasikan reguler dengan brand HiVision pada akhir tahun 1994. Namun pada tahun 2007 akhirnya dihentikan. Awal bagi HDTV modern di Eropa dimulai dengan standar DVB (Digital Video Broadcasting) pada pertengahan tahun 90-an. Meskipun demikian baru tanggal 1 Januari 2004, stasiun TV Belgia HD1 menayangkan The New Year’s Concert of the Vienna.

Categories
Teknologi

Dari TV Sampai HDTV

TV resolusi tinggi tidak dimulai sejak ajang Olimpiade 2010. Program HD pertama ternyata sudah ada sejak 70 tahun sebelumnya. Tayang 10 jam dalam seminggu. Begitulah kondisi awal tayangan reguler TV di tahun 30-an. BBC memulai tayangan tersebut sejak 2 November 1936 dan merupakan program HDTV pertama secara reguler. High Definition di era ini masih mendukung resolusi 405 lines dan 377 diantaranya dipakai untuk menampilkan gambar. Gambar berwarna belum dikenal saat itu.

Dari kacamata saat ini memang sedikit menyedihkan, namun beberapa tahun sebelumnya perangkat TV mekanis hanya menampilkan resolusi tak lebih dari 30 Lines. Sistem 405-Lines, yang juga dikenal sebagai Marconi-EMI-System, merupakan sistem TV pertama yang beroperasi reguler full-electronic. Untuk menghindari gambar flicker, digunakan sistem Interlacing. Di sini, 2 halfframe gambar ditampilkan secara bergantian sebanyak 50 kali per detik sehingga menghasilkan sekuen gambar penuh (full frame) dengan 25 gambar per detik.

Awalnya, gambar ditampilkan dalam format 5:4, kemudian BBC menggantinya menjadi format 4:3. Sistem 405 Lines masih tetap dipakai sampai tahun 1985. Namun selama Perang Dunia ke-2, tayangannya sempat dihentikan. Setelah masa perang negara-negara Eropa sepakat menetapkan sistem 626 Lines dengan resolusi yang lebih tinggi yang dikembangkan di Rusia, 576 Lines diantaranya visible dan saat ini dikenal dengan Standard Definition (SD). Terkecuali Inggris dan Perancis.