Categories
Makanan

Menu yang Cocok di Sajikan Saat Imlek

Meski sudah memasuki bulan Januari di tahun yang baru, masa pesta kita belum berakhir. Di penghujung bulan ini ada perayaan Imlek. Bisa jadi Anda merayakannya, bisa jadi cuma hadir di silturahmi sahabat dan kerabat yang merayakan. Tak soal. Tahun Baru mereka unik dan sangat layak dijadikan pengalaman santap yang luar biasa. Sajian Imlek sangat sarat perlambang. Meski orang Cina sangat senang makan enak, mereka tidak pernah melupakan kandungan makanan dan makna di balik bahan makanan. Makanan yang tersaji, selalu ada unsur yin dan yang yang sebenarnya terkait dengan kandungan nutrisi agar tidak hanya golongan panas yang masuk ke tubuh, tetapi juga dingin sehingga di dalam tubuh seimbang., Nah, dalam sajian Imlek, makna makanan menjadi sangat penting karena ada sejuta harapan yang tersirat di tahun yang baru nanti. Kemakmuran, kesehatan, kelekatan keluarga, dan panjang umur merupakan harapan yang paling diharapkan di samping keberlanjutan keturunan. Semua itu diwujudkan dalam sajian masakan, kue, dan buah-buahan, Saya tidak tahu adakah makna di balik sajian bebek.

Tetapi saya senang mengirimkan bebek untuk teman dan sahabat yang merayakan Imlek. Kalau tak ada maknanya, tentu kebetulan. Mereka tak punya sajian bebek dan menjadi lebih lengkap dengan kiriman saya. Mengapa bebek? Tak banyak orang mau mengolah bebek jika sedang sibuk, bukan? Sehingga kiriman saya pasti sangat berarti. Tak masalah juga kalau saya mengirimkan olahan bebek setiap tahun pada orang yang sama. Karena saya bisa membuatnya jadi berbagai masakan yang berbeda dan beragam. Dipanggang, digoreng, ditumis. Belum lagi bumbunya. Puji Tuhan, orang yang saya kirimkan selalu suka bebek. Teknik panggang, goreng, dan tumis, jadi pilihan. Dan semuanya disukai. Bumbunya bisa bervariasi. Tradisional, oriental, bahkan western. Seperti ayam, bebek pun mudah diutak-atik, dan mudah menyesuaikan diri dengan bumbu apa saja. Yang penting teman sajinya. Kalau kita membuat bumbu tradisional, jangan lupa sambal terasi dan lalapannya. Bila membuat yang western, sediakan kentang goreng dan salad sayuran dengan dressing cuka yang segar. Bila oriental, saus oriental plus irisan ketimun sudah pas. Bebek yang saya kirimkan biasanya langsung di gelar di meja makan mereka. Kalau melihat tamu yang hadir, bolak-balik mengambil potongan bebek buatan saya, saya merasa bangga. Saya pasti mengucap syukur karena bisa memasak. Dari situ keakraban tercipta. Dari situ cinta kasih menguak. Tak sedikit orang yang hadir selalu memuji. Bangga sekali, bukan? Betulkah enak hidangan yang saya buat? Belum Tentu. Tetapi saya selalu menambahkan sesendok cinta ke dalamnya. Dan itu hanya bisa pada masakan yang kita buat sendiri.

Chef ternama sekalipun tidak punya resep sesendok cinta. Ayo, masak, Bu. Tak sulit sebetulnya, asalkan kita mau mengerahkan kreativitas, waktu, tenaga, dan tentu cinta kasih. Sesendok cinta di dalam hidangan apa pun, pasti membawa kesedapan di dalam hidangan. Nah, Pembaca, mumpung kita baru saja menginjak tahun yang baru, mampirlah ke dapur secara rutin setiap hari. Rasakan kenikmatan mencipta hidangan yang berbeda bagi orang-orang yang kita cintai. Sesendok cinta yang Anda berikan ketika memasak, akan berbalik kepada kita dari suami dan anak-anak seumur hidup kita. Salam.